DPD GRIB JAYA Maluku Utara Soroti Pengusulan RKAB PT. First Pasific Mining di Kawasan Wisata Boki Moruru Sagea
Ternate, Exposedaily.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GRIB JAYA Maluku Utara melalui Sekretaris DPD, Yusri Abubakar, S.Kom, menyoroti secara tajam pengusulan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh PT. First Pasific Mining yang berlokasi di Halmahera Tengah, tepatnya di kawasan Wisata Boki Moruru, Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara. Perusahaan tersebut diketahui memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) di area yang berdekatan dengan ekosistem karst dan sumber mata air yang menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat.
“Dalam jangka panjang, semua sumber penghidupan kami di atas akan lenyap, dan risiko pencemaran air serta udara akan terjadi. Kami telah melihat bukti nyata bagaimana pertambangan adalah industri kotor dengan daya rusak lingkungan,” tegas Yusri Abubakar.
Menurut Yusri, kawasan Boki Moruru bukan hanya sekadar destinasi wisata alam yang memiliki nilai ekologis tinggi, tetapi juga menjadi sumber utama air bersih bagi masyarakat Sagea dan sekitarnya. Aktivitas pertambangan di kawasan tersebut berpotensi merusak sistem air tanah, mengancam kelestarian hutan karst, serta menghilangkan daya tarik wisata yang selama ini menjadi ikon Halmahera Tengah.
DPD GRIB JAYA Maluku Utara menilai bahwa rencana pengusulan RKAB oleh PT. First Pasific Mining perlu ditolak, karena tidak sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan perlindungan kawasan lindung karst sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Kami akan segera mengajukan surat audiensi resmi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyampaikan sikap penolakan terhadap RKAB PT. First Pasific Mining,” ungkapnya.
Langkah tersebut, lanjut Yusri, merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial DPD GRIB JAYA terhadap masyarakat Halmahera Tengah yang selama ini terdampak oleh ekspansi pertambangan di kawasan Weda Utara. Ia menegaskan, GRIB JAYA Maluku Utara akan berdiri di garda terdepan bersama masyarakat untuk mempertahankan ruang hidup dan kelestarian alam Sagea dari ancaman eksploitasi tambang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now











